Jumat, 07 Desember 2012

Unsur Intrinsik Novel


Unsur-Unsur Insintrik Novel

1.             Plot/Alur
Keseluruhan peristiwa sebagai jalinan cerita dari awal sampai akhir.
Tahap-tahap alur:
a.    Awal/Perkenalan
Tokoh-tokoh diperkenalkan oleh pengarang.
b.   Pertikaian Awal
Awal dimana permasalahan mucul, karena adanya hubungan yang tidak sejalan antara tokoh satu dengan tokoh lain.
c.    Klimaks
Bagian yang menggambarkan permasalahan pada titik maksimal.
a.    Konflik psikis/batin à Konflik karena adanya perselisihan di dalam batin.
b.   Konflik fisik à Konflik karena adanya cacat tubuh.
c.    Konflik ide à Konflik yang terjadi karena adanya pertentangan pendapat.
d.   Antiklimaks
Permasalahan sudah menampakkan jalan keluar.
e.    Akhir Cerita
Bagian alur yang menggambarkan bahwa segala permasalahan yang dihadapi sudah mendapatkan jalan keluar.
2.             Tokoh-Penokohan
a.    Tokoh
Tokoh adalah pelaku dalam cerita.
Dilihat dari sifatnya, dibedakan menjadi:
(i)       Protagonis à Tokoh baik
(ii)     Antagonis à Tokoh jahat
(iii)   Tritagonis à Tokoh penengah
Dilihat dari perannya, dibedakan menjadi:
(i)       Tokoh utama
(ii)     Tokoh tambahan (pembantu)
(iii)   Figuran à Orang yang berfunsgi memberi gambaran cerita.
b.   Penokohan
Penokohan adalah penggambaran dari watak tokoh. Cara menggambarkan watak tokoh:
(i)   Cara langsung (Analitik) 
 Penggambarkan watak tokoh secara langsung.
(ii) Cara tidak langsung (Dramatik) 
 Penggambaran watak tokoh melalui deskrispsi fisik, keadaan sekitar, dan       dialog antar tokoh.
3.             Tema
Pikiran pokok atau gagasan pokok yang ingin dinyatakan oleh pengarang.
4.             Latar
Tempat, suasana, dan waktu yang melatari berbagai peristiwa dalam cerita.
Latar dibedakan menjadi 3;
a.    Latar tempat à Tempat yang melatari terjadinya peristiwa dalam cerita.
b.   Latar waktu à Waktu yang melatari terjadinya peristiwa dalam cerita.
c.    Latar suasana à Suasana yang melatari terjadinya peristiwa dalam cerita.
5.             Sudut Pandang
Cara pengarang mengambil posisi dalam cerita.
a.    Sudut padang orang pertama pelaku utama
Pengarang terlibat langsung dalam cerita sebagai pelaku utama.
b.   Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan
Pengarang terlibat dalam cerita, namun bukan tokoh sentral.
c.    Sudut pandang orang ketiga serbatahu
Pengarang tidak hanya menjadi pengamat, pengarang dapat berdialog dengan pembaca.
d.   Sudut pandang orang ketiga terbatas
Pengarang hanya menceritakan apa yang dialami tokoh dalam cerita.
6.             Amanat
Pesan moral yang ingin disampaikan oleh pengarang dalam cerita. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar